IP Address Terdiri Atas Dua Bagian Yaitu? Begini Jawabannya!

IP address terdiri atas dua bagian yaitu
IP Adress

PAMERANLAWAN.COM - Sudah tahu belum, IP address terdiri atas dua bagian yaitu apa saja? Kalau kamu belum tahu, mari simak artikel berikut sehingga bisa mendapatkan informasi yang lengkap. 

Kalian mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya IP address atau alamat IP. Ketika kita terkoneksi ke jaringan internet, kita akan memakai yang namanya IP. 

Alamat IP untuk setiap jaringan dan perangkat tentu berbeda-beda. Oleh karena itu, kode yang satu ini sangat unik dan menjadi pengenal dari perangkat yang kamu gunakan. 

Sekilas Tentang Pengertian IP Address

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar alamat IP? Sebuah jaringan internet? Tepat sekali, karena IP berhubungan erat dengan yang namanya internet. 

Meskipun kita sering mendengar istilah IP ini, tetapi jarang yang tahu apa yang dimaksud dengan IP address. Rata-rata orang hanya tahu bahwa IP itu berupa angka maupun kumpulan angka.

Bagi yang belum tahu, IP address adalah alamat numerik pada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer. Secara umum IP address terdiri dari empat angka biner, masing-masing antara 0 dan 255. 

Nah untuk angka-angka ini dapat ditulis dalam format desimal, seperti 192.168.1.1, atau dalam format biner, seperti 11000000.10101000.00000001.00000001. 

Secara umum IP address digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di jaringan. Selain itu alamat IP ini juga memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi satu sama lain. 

IP Address yang ditentukan langsung oleh server disebut DHCP server. Jadi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan sebuah protokol yang berbasis arsitektur client/server. 

Biasanya DHCP server ini digunakan untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Nah kalau jaringan tidak memakai DHCP, maka harus memberikan alamat IP ke semua komputer secara manual.

Dua Bagian dari IP Address

Setelah kamu tahu tentang pengertian dari IP address, sekarang kamu perlu tahu bagian dari alamat IP ini. Karena ternyata IP tersebut terbagi menjadi beberapa bagian loh. 

Bagian dari alamat IP ini memiliki peran masing-masing yang tentunya mendukung kestabilan berselancar di internet. Jadi IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. 

Bagi yang belum tahu, Network ID adalah bagian dari IP address yang berguna untuk menunjukkan jaringan komputer tempat perangkat berada. Umumnya Network ID digunakan untuk menentukan rute paket data di dalam jaringan.

Sedangkan Host ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan perangkat tertentu dalam jaringan. Host ID biasanya digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di dalam jaringan.

Pada intinya, Network ID berguna untuk menentukan alamat jaringan komputer. Sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch).

Contoh IP Address Kelas A B C D E

Secara umum, IP address dibagi menjadi lima kelas yang berbeda. Masing-masing kelas memiliki rentang angka dan jumlah host yang berbeda.

Pembagian kelas IP address didasarkan pada jumlah bit yang digunakan untuk network ID. Kelas A memiliki 8 bit untuk network ID, kelas B memiliki 16 bit untuk network ID, dan kelas C memiliki 24 bit untuk network ID. Untuk penjelasan lengkap serta contohnya bisa kamu simak sebagai berikut. 

Kelas A:

Pertama adalah Kelas A yang memiliki rentang angka dari 0.0.0.0 hingga 127.255.255.255. Kelas A memiliki 8 bit untuk network ID dan 24 bit untuk host ID. Dengan demikian, kelas A dapat menampung hingga 16.777.216 host per jaringan.

Kelas A biasanya digunakan untuk jaringan skala besar, seperti jaringan perusahaan atau universitas. Adapun untuk contoh detailnya bisa kamu simak di bawah ini. 

  • Rentang angka: 0.0.0.0 - 127.255.255.255
  • Jumlah host: 16.777.216
  • Contoh: 10.0.0.1, 127.255.255.255

Kelas B:

Untuk Kelas B ini memiliki rentang angka dari 128.0.0.0 hingga 191.255.255.255. Kelas B memiliki 16 bit untuk network ID dan 16 bit untuk host ID. Hal ini berarti kelas B dapat menampung hingga 65.536 host per jaringan.

Secara umum Kelas B digunakan untuk jaringan skala menengah, seperti jaringan sekolah atau kantor. Untuk contohnya bisa kamu perhatikan berikut ini.

  • Rentang angka: 128.0.0.0 - 191.255.255.255
  • Jumlah host: 65.536
  • Contoh: 172.16.0.1, 191.255.255.255

Kelas C:

Pada Kelas C memiliki rentang angka dari 192.0.0.0 hingga 223.255.255.255. Kelas C memiliki 24 bit untuk network ID dan 8 bit untuk host ID. Untuk kelas C ini bisa menampung hingga 256 host per jaringan.

Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan skala kecil, seperti jaringan rumah atau warnet. Adapun untuk contohnya bisa kamu simak sebagai berikut. 

  • Rentang angka: 192.0.0.0 - 223.255.255.255
  • Jumlah host: 256
  • Contoh: 192.168.1.1, 223.255.255.255

Kelas D:

Selanjutnya ada Kelas D yang memiliki rentang angka dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Kelas D digunakan untuk multicasting yang memungkinkan proses mengirimkan data ke sejumlah besar host sekaligus.

Pada kelas D sama sekali tidak memiliki host individu. Adapun untuk contohnya bisa kamu perhatikan berikut ini. 

  • Rentang angka: 224.0.0.0 - 239.255.255.255
  • Digunakan untuk multicasting
  • Tidak memiliki host individu

Kelas E:

Terakhir ada kelas E yang memiliki rentang angka dari 240.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Kelas E dicadangkan untuk keperluan penelitian dan eksperimental.

Uniknya dari kelas E ini yakni tidak digunakan secara umum. Jadi hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakannya. Kamu bisa menyimak contoh kelas E berikut ini.

  • Rentang angka: 240.0.0.0 - 255.255.255.255
  • Dikurangi dan tidak lagi digunakan
  • Tidak memiliki host individu

Kesimpulan

Sekarang sudah terjawab, IP address terdiri atas dua bagian yaitu apa saja? Kamu juga sudah tahu detail dari IP address ini. Jadi tidak usah bingung lagi kalau ditanya soal pengertian maupun contohnya. Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Nggak Usah Dibaca Gengs...